Cangkang

Sembuhlah trauma. sembuhlah luka-luka lama. tubuh ini sudah mati rasa. jangan kau kuliti lagi demi egomu semata. tidak ada gunanya membawa dendam, tidak merugi juga apabila memaafkan.

Luruhlah kepada bumi. 

Sebab aku sudah terbiasa menyimpan segalanya sendiri. pada tubuh yang sering kubenci ini tempat ku-utarakan kesepian dan kesedihan.

Aku benci merawatnya. apa kau tahu? aku! selalu memilih orang lain dan mengutuki diriku sendiri karena tidak becus dan tidak sempurna. aku selalu mengutamakan kepentingan orang lain dan menomor-duakan diriku sepenuhnya. aku tidak selalu perhatian ke dalam. hanya menyorakinya ketika mendapat tempat di hati orang lain, tapi menolak dan membuang separuh lainnya yang cacat. aku tidak benar merasa utuh. dan semua emosi yang melekat itu akhirnya menjadi motif pada cangkangku.

Sejauh ini! hanya aku yang baru sadar luka dan derita itu selalu kubawa entah ke mana. 

Aku ingin sembuh. sungguh menyiksa diri pada penjara luka yang membekas tidak membawa makna yang berarti. mengawali tahun ini, aku ingin belajar arti penerimaan diri. 

Bahwa guratan dan coretan pada cangkangku adalah cerita hidupku. sudah saatnya bertemu kedamaian dan ketenangan. sudah saatnya menerima keadaan yang berisi penolakan. terusir atau terpinggirkan akan memberi pelajaran di masa depan, bahwa kita berharga hanya saja tempat kita bukan di sana. 

Sembuhlah, sayang ~ 

0 comments:

Post a Comment

My Instagram