Aku pernah patah, dan kau menyambungnya dengan segenap kasih. aku pernah tercabik dan kau kembali mengajarkan hal baik. aku pernah mencoba menghilang tapi kau mencariku tanpa henti. aku pernah pergi, tapi kau selalu menantiku kembali. ada banyak pernah yang kau ganjar dengan komitmen dan konsistensi. dari situ aku belajar memahami, bahwa cinta bukan hanya perihal rasa, tapi tanggung jawab kita mengemban banyak suka maupun duka.
Jadi, apa pelajarannya? adalah bahwa kau tak pernah bosan. mendukungku, membimbingku, menuntunku, mempercayaiku, mengasihiku, memberikan waktu dan doa yang baik untuk tumbuh kembangku. kau menyiramiku dengan hal-hal indah yang bajik dan mendewasakan. aku berusaha belajar mereda murka dan egoku sementara melihatmu terus mendampingi dan melatih kesabaranmu menghadapi amarahku.
Terimakasih
Kau hadir menumbuhkan kembali benih bunga yang hampir mati. kau menyiraminya dengan pelukan dan cinta kasih. aku bisa merasakan ketulusanmu saat mendekapku begitu dalam. masing-masing lama merasakan kehilangan juga kerinduan. tapi kau, membuatku merasa cukup. dan aku bersyukur sepanjang hidupku, Semesta mengirimkan hadirmu sebagai obat ironi pada tragedi yang pernah menimpaku.
Merawatku seperti tanaman yang menungguku mekar. kasih sayangmu melahirkan setitik keraguan, apa kau akan meninggalkanku suatu hari nanti? jika mungkin aku berbuat sesuatu yang teramat menyakitimu? tapi percayakah dirimu? kau orang yang sangat tabah dengan tabiatku. seperti marah tanpa sebab, mendiamkanmu berhari-hari, atau mungkin kerap menyakitimu dengan ketidaksengajaan lisanku. di mana letak egomu? kau mengalah untuk keras kepalaku, dan siapa yang berani membantah bahwa aku tidak akan luluh?
Terimakasih
Membantuku mengisi kesetiaan. kau kusayang sebagaimana banyak doa baik kulangitkan. jangan memotong tangkaiku yang berduri, itu sebagai pelindung dan pertahanan diri. karena aku tumbuh sebagai mawar di bulan juni, kau tahu itu akan membuatmu berdarah tapi kau tetap merangkulnya. kau sudah banyak terluka, kini biarkan aku menunjukkan wangi mekarku sebagai ganjarannya.
Sayangku, kau sudah memiliki hatiku dan tidak akan kubiarkan siapapun menggoyahkannya terkecuali kau sendiri ingin melepasnya ~ tolong, tetap di sampingku. merawatku, menemaniku tumbuh, dan mekar sebagai milikmu seutuhnya ~
.jpg)
0 comments:
Post a Comment