"Berhentilah bertanya, berhenti marah.
pulihlah tanpa menyalahkan keadaan"
Aku
sudah berusaha, selebihnya aku serahkan pada Semesta. andai mereka tau sebesar
apa perjuanganku ingin terlihat. karena merasa usahaku selama ini hanya
sia-sia, jadi aku selalu memilih bersembunyi saja. andai mereka tau, aku juga
ingin bergerak dan membaur seperti manusia pada umumnya. tapi perasaan tak
pantas dan kesepian ini jauh lebih besar adanya.
Apa
yang mereka tahu tentangku? hanya sebuah nama yang sudah habis masanya.
tenggelam dan dilupakan. siapalah diriku? hanya satu, di antara miliaran
manusia yang juga sedang bertahan hidup. dua puluh tujuh tahun yang jauh. aku
belum menemukan makna hidup yang sesungguhnya. satu hal yang masih kusayangkan
adalah pertanyaan, kapan bisa membuat ibu berhenti bekerja? sehingga aku yang
bisa mencukupinya, aku yang bisa membahagiakannya, aku yang bisa memenuhi
keperluannya. sungguh, aku sangat sedih dan merasa tidak berguna sebab sejauh
ini belum bisa memberikan materi yang cukup untuk seorang ibu yang penuh cinta.
Membiarkan
orang lain ternyata tidaklah buruk. kadang, pilihan menutup mata dan telinga
terhadap sekitar sudah baik adanya. mengapa? kehidupan sudah terlalu rumit.
banyak celah yang bisa membuat hati tergores dan terluka. banyak cara yang
dilakukan orang-orang untuk membuat mental kita patah. padahalkan, kita
sama-sama punya tujuan mencari nafkah? ah... aku harap punya bisnis sendiri,
sehingga tidak perlu bergantung pada sesuatu yang akan melemparku suatu hari.
Ibuku
sayang, maafkan aku ya. belum bisa memberikan kenyamanan menjelang hari tuamu.
maafkan aku, masih begitu sering merepotkan. maafkan aku, belum bisa membantumu
mewujudkan impian. aku berjanji, akan lebih dewasa lagi. tetaplah di sampingku
selama mungkin, aku menyayangimu. sungguh menyayangimu, ibu.
Kekasihku,
kiranya kau sudi menerima perempuan yang tak ada luar biasanya ini. aku bahagia
membuatku merasa dicinta. mari kita membangun sebuah keluarga kecil yang tak
pernah kurang kasih sayang. kita usahakan rumah itu, semoga Semesta melancarkan
niat kita berdua.
Aku
tau, pulih adalah hal yang tak mudah. jadi, sebelum tidur aku menyuarakan pada
Semesta bahwa;
Semesta, aku memaafkan orang-orang yang telah
menyakitiku. aku mengampuni mereka yang sengaja memfitnah dan menzalimiku. aku
memaafkan mereka yang kasar baik perilaku maupun perkataan jahat kepadaku. aku
memaafkan mereka yang membenciku, aku mengampuni mereka yang sudah dan berusaha
menjatuhkanku. aku mengampuni dan memaafkan tanpa ada permintaan maaf dari mereka
kepadaku. aku berhak lepas dari perasaan mangu. aku berhak bahagia dan tertawa
bersama orang di sekitarku. aku berhak pulih dan jiwaku tenang menapaki hidup
yang baik.
0 comments:
Post a Comment