Sepasang

Aku tahu berkutat pada rutinitas itu sangat membosankan. tapi bukankah dari situ kita bisa belajar arti keindahan? maksudku adalah jika hal itu terus berulang kita tidak akan menyadari bahwa ada hal luar biasa yang mungkin didambakan  oleh sebagian orang. bagi kita tentu itu sudah biasa, namun kita hanya perlu sedikit kesadaran untuk mulai terbiasa memperhatikan keistimewaan dari rutinitas itu sendiri. selagi itu tidak menimbulkan gejolak yang membingungkan kenapa bertanya pada kestabilan? tidak aneh juga bukan ketika kita sudah merasa bahwa yang kita lakukan itu sesuai aturan alam.

Menjadi sepasang adalah salah satu keputusan yang penting yang aku ambil di usia menjelang usia kepala tiga. mungkin memang dia orangnya. dia yang Semesta simpan untukku sewaktu dahulu aku mendambakan kekasih. kini, dia menemaniku dan mengajakku tumbuh. merawat serta mengasihiku sebagai pasangan. keadaan yang tidak mungkin aku rasakan saat aku tidak berani membuka hati. jika saja dulu aku masih angkuh dan keras kepala tidak membuka hati maka, tidak akan bisa terukir cerita tentang cinta dan intimasi. tentang dewasa dan arti memiliki. mungkin aku akan tetap hidup bebas semau dan sesuka-ku. tanpa aturan, tanpa keseimbangan. mungkin aku akan tetap mengutuki dan meratapi kesedihan yang bersemayam.

Hari-hari yang katanya monoton itu sudah cukup berwarna sekarang. bersama dia aku berani mengarungi samudera ketakutan. aku mau belajar, aku mau berubah, aku mau bertanggung jawab atas pilihan yang aku buat. aku mau menerima kesederhanaan. dari rutinitas itu terselip makna keindahan yang dulu tidak pernah aku lihat sebagai keistimewaan.

Begini cara Semesta menembus tembok hati yang keras. lewat rutinitas yang dianggap biasa dan tidak ada artinya, justru mampu membangun kehidupan penuh cerita. sepasang yang menyenangkan. kita bermain seperti anak kecil, lalu bermesra layaknya kekasih. kita berkelahi dengan perumpamaan air dan api. kadang aku menyulut apinya sehingga membuatku terbakar. kemudian dia lekas memadamkannya dengan api cinta yang tenang. kita berbicara mengenai masa depan, tentang kehidupan setelah menikah nantinya, tentang tempat tinggal yang bukan sekadar rumah belaka, tentang usaha yang akan dijalani nantinya, tentang anak-anak kelak. juga tentang perjalanan jauh apabila rezeki berlimpah nantinya. kita sudah terlalu sering membahas masa lalu, menanyakan berapa banyak hubungan yang gagal terjalin sebelum bersamaku. akhirnya, aku juga muak terus menanyakan hal itu. tidak ada gunanya membahas masa lalu. apa ada manfaatnya untuk hubungan kita yang sekarang ? aku tidak ingin membuatmu sakit menanyakan hal-hal yang aku sendiri sudah tidak mengingatnya. itu sangat tidak penting dear. sekarang, kamu tujuanku, kamu fokusku, kamu satu-satunya cinta matiku. aku tergila-gila hanya padamu begitu ujarnya padaku.

Tidak ada manusia yang sempurna. awalnya aku tidak sadar hanya mencintai ide tentang seseorang sungguh tidak baik bagi keberlangsungan sebuah hubungan. hal itu menyebabkan ketimpangan yang kacau dan rumit. membuat kami sering bertengkar karena hal sepele. ternyata, membaur dengan realitas itu yang terpenting. karenanya kita bisa menerima se-apa adanya orang itu. tanpa banyak menuntut, tanpa banyak drama dan tanpa ekspektasi setinggi angkasa.

Kini aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertemu dengan kenyataan. aku tidak ingin mencintai seseorang dari ide yang tidak sesuai di lapangan. pasanganku seperti halnya diriku. tidak sempurna, punya cerita dan kisah hidup berbeda, unik, dan mungkin tidak begitu romantis. tapi sungguh dia pengertian, pekerja keras, family man dan sangat bertanggung jawab. dan aku bersungguh-sungguh. 

0 comments:

Post a Comment

My Instagram