Mungkin
akan menjadi Juni terakhir sendirian. karena ada rencana yang disusun juga
doa-doa baik yang dilangitkan. semoga jiwa menemukan lembahnya untuk pulang,
Juni bulan ke-enam, perayaan di hari ke
delapan
Aku
masih melihat diriku sebagai seorang anak yang tanpa Ibu, aku bisa apa? ku panjatkan panjang umur dan kesehatan kepada
bintang Semesta yang tak pernah redup itu, Ibu Sri Rahayu. manusia terkasih
sepanjang hidup.
Ku-rapalkan
sembuhku dari jatuh, sakit, luka dan dendam. juga perangai buruk yang mungkin
menyesatkan. ku belai egoku yang tak berkesudahan menyemburkan amarah dari
trauma masa lalu. kesedihan dan kekalutan menjadikanku kuat berada pada
kesunyian.
Setiap
hari yang terlewati sebagai manusia membuatku banyak bertanya; apa yang abadi
di dunia yang fana? kematian tetaplah kepastian yang paling sakral, tapi aku
ingin hidup lebih lama. melihat Ibu-ku menempati rumah yang susah payah
dibangunnya. melihat Ibu-ku menimang cucu yang didambanya. melihat anak-anakku
kelak tumbuh kembang dengan kecukupan dan perasaan bahagia. menua bersama
kekasihku hingga ke liang lahat nantinya.
Saat 30
detik sebelum jantung berhenti berdetak, aku akan tersenyum mengingat hidup
yang sudah Semesta beri. sebelum tubuhku hancur dan membaur dengan tanah
pemakaman aku ingin berterima kasih untuk hidup yang indah yang sudah Semesta
pilihkan. takdirku, jodohku, keluargaku,
pengalamanku
Juni yang ke dua puluh delapan
Bulan
tersisa enam sebelum tahun selesai. saat itu aku dan dia sudah memutuskan untuk
mengikat janji kehidupan. ada chapter baru yang mendebarkan. aku tahu takut
salah, karenanya akan belajar banyak sebelum melangkah. semoga usiaku yang
membawaku menjadi pribadi bijak dan penuh kesederhanaan. menikmati setiap kesempatan
tanpa harus menuntut kemewahan. Semoga kehidupan kami dipenuhi suka-cita dan
ketenangan. semoga impian Ibu memiliki hunian lekas terkabulkan.
Juni yang ke dua puluh delapan
Aku
tidak ingin memelihara lagi trauma. segala yang menyesakkan, segala yang
menyedihkan, mengganggu pikiran akan aku maafkan walau tak pernah ada penawaran.
akan kuhapus segala perasaan penuh keraguan dan ketergesaan. sebab semakin
dewasa, pikiran yang tenang adalah kunci dari keharmonisan.
Selamat merayakan Juni yang ke dua puluh delapan, Nam-
0 comments:
Post a Comment