Bulan ini akan menjadi
akhir sekaligus menjadi awal dari sebuah season baru kehidupan. 2025 penuh
kejutan dan sukacita. akhirnya, tumbuh di hatiku perasaan aman dan tangki
cintaku terisi penuh. cinta yang bersedia menerima segala kekurangan dan
kelebihanku. cinta yang merangkul sifat kekanakanku. aku berterima kasih,
semesta member rasa yang lama kudamba. selain menjajal hal baru aku juga
berdamai dengan masa lalu. maka tidak ada yang lebih penting dari rasa syukur
kepada semesta yang maha baik.
Siapa yang bilang ini tahun
yang mudah? tidak sebentar kita bersama untuk akhirnya memutuskan untuk
menikah. ada begitu banyak rintangan yang sudah kami lewati bersama. dari
dalam, dari luar. semesta memberinya kekuatan dan memberiku kesadaran. kekuatan
untuk menghadapi temperamenku, egoku, keras kepalaku, sifat manjaku. aku
berterima kasih atas semua sikap baiknya, tabah hatinya, juga luas
penerimaannya. menggunakan satu keberuntunganku bertemu dengannya hari itu.
Untuk ibuku sayang, sehat
selalu menyertai. aku ingin ibu selalu tersenyum seterusnya dan tidak lagi
sedih karena sikapku kerap mengecewakan. aku tidak mau kalau ibu menjadi kurus
karena kepikiran bagaimana nasibku setelah menikah. kekasihku sudah
mengusahakan yang terbaik untuk membahagiakan permata hatinya. dia menjual
jiwanya, menukarnya kepada siang dan malam untuk memenuhi keinginan sang
puteri. jangan khawatir ibu, kekasihku adalah lelaki bertanggung jawab dan
pekerja keras. tidak mungkin aku mati kelaparan di tangannya karena pikirannya
adalah bagaimana ia memenuhi kebutuhan juga keinginanku. aku adalah prioritasnya,
aku tujuannya, aku rumahnya.
Kepada semesta. aku memilih
dan menerima takdir yang sudah kau tulis. terima kasih sudah mempertemukan kami
sebagai sepasang. terima kasih sudah menjaga komitmen kami untuk saling setia
dan mengasihi. berikanlah kehidupan yang cukup dan sebuah keluarga harmonis
terbentuk setelah kami menikah. aku tidak ingin mati sia-sia. aku ingin
membangun sebuah nama yang harum dan membanggakan keluarga. aku ingin
memberikan kelayakan kepada ibu. pada usianya memasuki usia senja, belum sempat
menikmati hasil kerja kerasnya selama di tanah perantauan.
Tinggal menghitung hari.
semua persiapan sudah selesai. kalau kalian bilang aku biasa saja sebetulnya
salah. karena tetap saja di dalam hatiku juga berdebar. seperti yang sudah
pernah aku katakan sebelumnya. ini pernikahan yang sederhana. tanpa perayaan,
tanpa banyak ucapan selamat. aku memohon dalam keheningan dan kerendahan hati
pada sang pemilik hidup, berkatilah pernikahan kami nantinya. kuatkanlah
genggaman kami ketika terjadi badai rumah tangga. karuniakan kepada kami
keturunan yang sehat dan cerdas. jadikanlah kami panutan sebagai orang tua yang
bisa memberikan pengalaman bahagia di masa kecilnya.
Dengan ini aku juga
mengakhiri seluruh trauma yang pernah aku alami. aku tidak ingin menurunkan
pada anakku kelak. aku tidak ingin dia merasakan masa kecil yang pahit.
walaupun kami berdua tidak cukup beruntung karena diasuh oleh keterbatasan
ekonomi. aku ingin anakku cukup dan bisa membaur pada kehidupan sosial. aku
ingin menjadi orang tua yang pengasih dan mengajarkan kebijaksanaan padanya
kelak. aku ingin mengasuh dengan ketulusan juga kemandirian.
Aku sudah siap memulai apa yang harus dimulai dan hanya akan sampai hanya berakhir di liang lahat. medan perang baru segera dimulai. Bismillah ~

0 comments:
Post a Comment