Secarik Ingatan

Ada secarik ingatan tentang buku. kertas-kertas lipatan berisikan abjad yang melekat kuat pada alam bawah sadar. 

Sejak usiaku lima, aku sudah menggemari tulisan dan wacana. ketika menjumpai aksara, ku-eja dan lafalkan bunyinya. aku tidak pandai matematika, tapi soal pelajaran bahasa aku cukup mahir mengendalikannya. 

Ibu dan bapak seorang perantau. demikian pula denganku yang mengikuti beliau di tanah bugis. katanya, sedari kecil aku aktif, manis dan ceriwis. entahlah! tetapi yang kubenarkan adalah bahwa sedari dulu aku sudah senang membaca. aku suka cerita rakyat, dongeng, puisi, pantun, hikayat, cerita pendek dan apapun bernarasikan sastra. aku ingat betul ketika duduk di bangku sekolah dasar, buku yang paling aku sukai adalah buku teks bahasa indonesia yang di dalamnya memuat banyak cerita. 

Di bangku menengah pertama, aku banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. di sinilah akar membaca tertanam kuat. setiap hari selama SMP aku rutin meminjam buku di perpustakaan untuk kubawa pulang. setelah rampung kubaca beberapa hari kemudian ku-kembalikan dan meminjam judul lainnya. 

Di bangku menengah atas, aku mulai mengoleksi komik, novel dan buku-buku psikologi. tempatku tinggal dahulu tidak ada toko buku. setelah berpindah tempat aku jadi bisa membeli banyak buku. tapi di sini aku kadang terlalu berhasrat pada koleksi sehingga mulai mengabaikan isi. saat terlalu banyak yang sudah kubeli aku lupa membacanya dan terus mengoleksinya hingga masuk perguruan tinggi. kebiasaan ini terus berlanjut dan aku ingin berhenti mengoleksi buku tanpa benar-benar merampungkannya hingga akhir.

Jadi, pada Maret 2020 aku memutuskan untuk mendonasikan buku-buku kepada sebuah perpustakaan. aku senang karena seperti melepas beban sekaligus kenangan. tekadku adalah aku hanya akan membeli buku yang ingin kubaca, sisanya akan kupinjam saja. sebab memiliki belum tentu adalah yang diinginkan, barangkali kita hanya penasaran sesaat kemudian tidak menginkannya menetap. 

Tetapi, secarik ingatan tentang buku akan selalu melekat. begitu pula rasa sayang dan cinta kasih terhadap wawasan dan ilmu pengetahuan, juga diriku di masa kecil dahulu ~

0 comments:

Post a Comment

My Instagram