Dystopia

Tempat itu selalu kosong. dan aku suka memenuhi dirimu. aku suka mengisi kekosongan itu. dengan kebosanan yang mungkin sama. aku senang melihatnya menjadi penuh kemudian tumpah tetapi tidak memecahkan wadahnya. maka, ia hanya mengalir dan meluap. setelah itu kamu marah, berdarah. di antara langit merah.

Kita adalah keterasingan yang gemar saling menyakiti

Sampai di sini; jalan panjang yang pernah terhenti perlahan mati. kamu membeku dan aku terlihat lepas dengan kerumitanku. di dalam percakapan singkat, kucari kata sepakat. saling mengirimkan sinyal dan pesan dalam diam akhirnya tidak terjadi lagi. dengan ini selesai.

Merayakan patah hati darimu; satu-satunya yang pernah teramat kuinginkan. menjamur dalam aroma perasaan dan penasaran. membaur dengan dystopia temaram.

Kita adalah kesia-siaan yang sudah padam ~

0 comments:

Post a Comment

My Instagram