Garis Pertanyaan

Kau pernah begitu menyukainya. kau juga menyayanginya. hanya saja, kadang kau merasa belum siap terlibat secara mendalam dengan siapapun. karena sejujurnya, ada begitu banyak ketakutan dalam benakmu. ada begitu banyak khawatir dalam tidurmu. ada begitu banyak sayatan dalam dadamu dan kau belum bersedia kehilangan.

Kau tahu akan beranjak dewasa; dan akan semakin banyak luka. hanya saja; daripada melihatmu tumbuh kau lebih senang jika bergandengan tangan dan sama-sama tumbuh. saling menyembuhkan, saling mendukung impian, saling berbagi tawa dan kesedihan. saling bertukar cerita dan pengalaman, saling melindungi. saling memaklumi, saling menerima, saling memberi. daripada menciptakan spekulasi lebih baik saling berkomunikasi. daripada menimbun prasangka lebih baik saling terus terang saja. daripada memendam curiga lebih baik saling berkata jujur saja. daripada menaburkan alibi lebih baik  mulai saling introspeksi diri. daripada memupuk salah paham lebih baik saling berterima kasih dan memaafkan. 

Ego adalah musuh terbesar dalam hubungan. itu yang kau pelajari selama masa pendekatan. emosimu tidak stabil; kau kadang susah payah mengontrolnya. jadi jika tidak keberatan kau minta sedikit ketabahan lebih. meminta sedikit banyak bersabar dengan keras kepalamu. kadang sifat kekanakanmu membuatmu lebih hidup. jadi kau meminta agar jangan cemburu bila kau berbahagia dengan kawanmu. kau tidak pernah menenggelamkan diri pada satu ikatan. tapi kini, bersediakah kau?

Saling mendengarkan?

Saling mengutarakan?

Saling mengingatkan?

Saling menghormati masing-masing keputusan?

Jika ada permasalahan, kau meminta meluangkan waktu berbicara. jika ada perdebatan, lekas selesaikan dengan dingin kepala. sebetulnya kau tidak begitu familiar dengan kritikan. jika seseorang melakukannya tolong sertai dengan saran. kau akan menjadikannya pedoman dan pelajaran. kau tidak bisa mengumbar perjanjian, jadi jangan mau dituntut untuk banyak berjanji karena itu seperti sebuah tekanan.

Jika bosan; pergilah jalan-jalan. jika jenuh; ambil-lah jeda dan ruang. kau bisa berdiskusi tentang perjalanan atau bacaan. saling bertukar pikir, saling terhubung. saling merajut tali persahabatan yang dilandaskan ketulusan dan kasih sayang. jika saling berkomitmen dan menguatkan, semoga bertahan hingga rambut beruban.

Kau pernah berpikir agar mengenal lebih dekat. tidak berusaha mengubah satu sama lain, menjadi kalian yang masing-masing. menjadi sahabat, kekasih sekaligus rekan kerja adalah definisi komitmen yang kau anut. karena kau merasa terasing. dari kehidupan yang tercerai berai, dari kejadian tragis dan traumatis. kau belum lekas keluar dari sana. pertemuan dengannya seperti uluran tangan dari semesta. ini terdengar gila, tapi kau murni merasakannya. ini di luar nalar dan logika, tapi kau tetap memilih percaya. jika pertemuan itu adalah takdir, maka mempertahankannya adalah pilihan. dibanding skeptis, lebih baik menentukan tindakan.

Kau tidak pernah menggebu atau terobsesi pada seseorang atau hubungan. jadi kini, kau punya hasrat membuka diri? jika ada begitu banyak kemungkinan di dunia ini? lalu bisakah "kita" menjadi salah satunya?

0 comments:

Post a Comment

My Instagram