Pertemuan yang
berharga mengajarkan bahwa jangan terlalu peduli dengan orang yang tidak kau
kenal dengan baik. mereka akan menikammu, menelantarkanmu, mengoyak habis harga
dirimu. mereka akan meninggalkanmu saat merasa tak lagi ada yang tersisa dari hidupmu.
Pertemuan yang
berharga mengajarkan bahwa tetaplah berada di jalurmu. jangan menyimpang karena
dilanda hasrat mengutarakan. hasrat yang menggebu akan membutakan nalarmu. menyayat pelan-pelan nadimu. menunggu darahmu habis. lalu sekarat kemudian mati.
Pertemuan yang
berharga mengajarkan agar berhenti minta ditemani. karena sesungguhnya
kau sudah cukup dewasa untuk memaklumi. setiap orang memiliki prioritas
dalam kesehariannya dan kau bukanlah satu-satunya pengisi di ruang
kesibukannya. belajarlah agar tidak memperebutkan sedikit welas yang tidak
nyata. mengemis agar dikasihani, semua itu membuat kalap dan menyesatkan.
Dan pertemuan yang
berharga mengajarkan bahwa ada waktunya berhenti mengistimewakan orang lain.
memberinya lagi dan lagi kesempatan untuk berbenah. menawarkan bantuan yang
tidak perlu. selalu merepotkan diri sendiri. merajuk karena tidak dituruti.
sungguh, bukankah itu sangat kekanakan dan mengganggu ?
Manusia adalah mahluk yang begitu egois. jika berkehendak, mereka akan selalu menemukan sebanyak apapun celah kekurangan dan cacat dalam diri orang lain. mengais pengakuan dan validasi setiap kali berbuat sesuatu hanya akan membuat letih jiwa dan raga.
Tetapi percayalah,
bahwa ; persepsi dan nilai bisa berubah karena pengalamaan.
Sungguh pada akhirnya
pertemuan yang berharga tidak hanya dibayar oleh penderitaan. pertemuan itu akan menawarkan sebuah proses bernama pendewasaan. jika kau
memilih sembuh dan menutup pintu; kau akan tahu beberapa orang memang hadir
sebagai guru. namun jika kau memilih larut pada rasa sakitmu, percayalah. sedalam apapun kau kubur, di masa mendatang tetaplah ingatan dan luka itu tak
akan kabur.
Pertemuan yang
berharga juga membuatmu berani menemui ketakutan terdalammu. ia memberimu
keberanian yang sesungguhnya kau sendiri sudah muak menyimpannya. sendiri di
malam sepi. tanpa sadar memberimu kekuatan untuk tidak lagi melawan melainkan
mengalir. membuka sungai dalam hatimu lebih luas dan lapang.
Dan pertemuan yang
berharga. meski membuatmu babak belur pada akhirnya mengirimkan sinyal pada
alam bawah sadarmu untuk membuat pagar. tidak lagi sembarangan orang
melewatinya. kau semakin sayang kepada diri sendiri. betapa selama ini telah
mengorbankan apapun tanpa pamrih sedikitpun dan itu sungguh tidak apa-apa.
Pertemuan yang
berharga membuatmu kembali menentukan arah.
Arah bernama
kebebasan. yang berarti tanggung jawab tidak sudi kau berikan pada orang lain
melainkan kepada diri sendiri. kebebasan berarti berani tidak disukai oleh orang
lain. apa yang kau lakukan berlandaskan ketulusan dan ah masa bodoh
dengan ‘kata mereka’. hari di mana kau berdiri di atas kakimu sendiri
tanpa lagi mau memenuhi ekspektasi. tanpa mau dititipi ekspektasi.
Silakan saja jika
ingin berlalu. lagipula meyakinkan orang lain hanya buang-buang waktu. gunakan
saja untuk kepentinganmu. ya kan ?
Apa itu artinya harus menolak tugas kehidupan ?
Bukan.
Itu adalah sebuah proses membentuk cangkang.
Cangkang yang melindungimu dari kehancuran berlebihan.
0 comments:
Post a Comment