(Aku mencintaimu. itu sebabnya aku
takkan pernah berhenti mendoakan keselamatanmu - Sapardi Djoko Damono)
Pernah beberapa kali keinginan paling
serius bertaut. tapi nyatanya, Semesta tetap meminta agar direnggut. kepasrahan
untuk memisahkan, jadi kulepaskan. tapi bagaimana jika dunia kita bertemu dan
membaur dengan dunia miliknya? bukankah kemungkinan itu akan tercipta?
Karena jarak kadangkala menjadi obat.
banyak kesesakan dan keletihan yang terjadi karena tidak ada spasi. aku
mengeluh begitu kesakitan karena mencintai, dan Semesta membayarnya dengan
perasaan teramat cukup karena kali ini merasa lega melepaskan yang bukan milik diri.
Katanya butuh hati yang lapang untuk
merelakan seseorang yang kita cintai berbahagia dengan orang lain. tapi aku
akan tumbuh berbeda hanya jika aku mampu menerima dan mulai melihat ke dalam.
kepada diri sendiri yang terluka dan berdarah. hanya dengan keikhlasan melepas
semua rasa sakit dan penderitaan maka aku bisa beranjak memulai chapter baru.
Ini berbeda ketika aku memutuskan
menyelam lebih dalam ke palung jiwamu. aku menemukan arti kata terhubung. tapi
mengapa kadang kau membuatku bingung dan ragu? kau berniat menetap atau bermain
denganku?
Jantung hatiku, kau sudah menggoreskan
sayatan pada dadaku.
Entah karena aku yang pernah terluka
sebelumnya sehingga menamaimu kejam dan tega. atau kurangnya hatiku meluas tuk
menerima. jikapun ketetapan kita adalah perpisahan, selalu ingatlah kalimat
bahwa mendoakanmu juga adalah wujud kasihku sepanjang hidup.
.jpg)
0 comments:
Post a Comment