“Seperti memilih
warna cat tembok untuk rumah. demikian pula, kita tidak bisa
memaksakan warna yang kita sukai kepada dinding milik orang lain”
T a m a t !
Terima kasih banyak !
Januari 2021. menolak patah.
membesarkan ego dengan bertahan pada kisah sepihak yang ambigu. menolak kalah,
mengorbankan kedamaian diri demi eksistensi semu.
Februari 2021. mencoba menyegarkan
asa. siapa tahu ada yang bisa diperbaiki dari retak dan patah. tetapi siklus
terulang. akhirnya muak !
Maret 2021. melangkah. menutup
pintu. menepis segala ragu. mengubur sendu dan rindu.
April 2021. kesepian. menyembunyikan perasaan teramat patah. menghindari tatapan dan cacian sekitar.
Mei 2021. mulai memegang
kendali diri. berhasil menyelesaikan tahap dirundung duka dan malapetaka.
Juni 2021. beranjak dewasa,
meninggalkan duapuluh tiga.
Juli 2021. sibuk dengan dunia
revisi. sedikit banyak melupa tentang luka.
Agustus 2021. down ! tidak
berhasil ikut pada wisuda periode kedua. bertambah bingung dan sedih.
September 2021. bangkit kembali !
merampungkan penelitian. tumbuh secercah harapan.
Oktober 2021. bisa mendaftar skripsi. menyingkirkan semua perasaan takut dan berani menemui
kenyataan.
November 2021. menambal kekosongan. mengisi kembali tulisan pada laman blog yang rumpang. di bulan ini akhirnya
bisa ikut yudisium.
Desember 2021. akhirnya, wisuda! perasaan haru membuncah dalam sinar doa. mulai membuat
pagar, memilah prioritas sebagai pelajaran.
Hei benar bukan? bahwa setiap orang punya
waktunya. jadi tidak apa-apa jika berjalan pelan. lambat atau cepat hanyalah
frekuensi yang ditetapkan manusia. karena kita tidak kekurangan kemampuan, namun kekurangan keberanian. terlalu sering bersembunyi, menghindari segala risiko rasa
sakit. saat mengumpulkan nyali, akhirnya tiba di titik berani melangkah.
Walau kadang ekspektasi dan realita berjalan saling membelakang; tidak apa sayang ! terima saja kenyataan se-apa-adanya, maka semua pasti akan baik-baik saja.
Tertanda ; Circa, 2021
0 comments:
Post a Comment