Manuskrip

Time flows in the same way for all human beings; every human being flows through time in a different way - Yasunari Kawabata

Akhir bulan Januari; saya berani menemui luka. ikatan darah antara seorang bapak dan anak tidaklah pudar dan pupus begitu saja. untuk dendam yang seharusnya melekat kuat di dada saya. kepada orang-orang yang pernah Semesta hadirkan di masa lalu, saya memilih melepaskan segala bentuk amarah dalam bentuk ampunan oleh perkataan maupun perlakuan mereka. saya selesai membawa dendam itu dan memaafkannya, sungguh memaafkannya.

Di bulan Februari; saya mencoba berdamai dengan luka. membasuhnya hangat. saya membiasakan diri bertemu Bapak setiap hari. berbincang ringan untuk membangun hubungan harmonis kembali. saya tersadar, dua belas tahun bukan waktu yang sebentar untuk berjumpa kembali dengan satu-satunya saudari. sebisa mungkin, saya mencoba akrab dengan dua keponakan yang selama ini baru pertama kali saya temui. sampai kami melambaikan tangan dan berpisah kembali.

Maret; saya kembali menemui ibu. saya kabarkan perihal yang terjadi diseberang lautan. doanya semoga bisa pulang tahun depan. saya berusaha menyesuaikan diri kembali di tanah perantauan. tiga bulan setelah kelulusan, saya mulai apply lamaran pada lowongan pekerjaan. saya rasa inilah awal baru menuju periode dewasa sesungguhnya. keharusan membaur dengan sekitar terasa sedikit berbeda dengan keadaan ketika masih mengenyam pendidikan. apakah jalan membawa saya menjadi pengabdi idealisme atau justru menjadi satu dari budak korporat?

Bulan April; saya mendapat penolakan lamaran pekerjaan. untuk kali pertama! ah tidak apa. pikir saya waktu itu. saya coba lagi. dari satu instansi, perusahaan, dan badan usaha. saya merasa berjalan lamban. membandingkan diri dengan pencapaian kawan seperjuangan. sebagian sudah berdikari, sebagian mengikrar janji. sebagian mengenakan seragam berdasi dan sebagian masih bergelut dengan skripsi. apa benar saya sudah jauh tertinggal? pahit kenyataan itu mau tidak mau memaksa saya mengulang kebiasaan khas pengangguran. bangun untuk makan, bermain, lalu kembali tidur untuk demikian seterusnya.

Di bulan Mei; beberapa lamaran menunjukkan hasil. saya mendapat feedback dan diminta mengikuti interview. kemudian mengikuti beberapa tes pada beberapa Badan Usaha Milik Negara. namun hanya cukup di sini. saya gagal dan tidak bisa lanjut pada proses berikutnya. saya merasa bergantung pada kondisi di tempat saya hidup. melihat ibu begitu sabar menunggu masa berjuang itu, saya yang kala itu merasa jatuh? pelan-pelan bangkit kembali. menarik napas lalu mengatur strategi. saya hampir lupa bahwa di awal bulan mei ada yang istimewa. Semesta menitipkan satu insan pilihannya untuk menghadiri kekosongan hidup saya. seseorang yang saya panggil ia; Saka ! sosok manusia yang tabahnya mengalir luas dan menarik magnet alam raya saya. kami berkenalan dan bertukar kontak. Saka membantu saya melupakan rasa sakit yang menawan. hadirnya memberi hidup saya warna. karena untuk sejenak saya menjadi lupa pernah sedalam apa memendam amarah dan kecewa.

Bulan Juni; saya genap dua puluh lima. untuk kali pertama, saya mendapat kasih sayang yang serupa. perasaan syukur dan haru menghinggapi hati. saya merasa diterima, dicintai dan dihargai. Saka memberi saya ucapan selamat ulang tahun dan kado beberapa hari setelahnya. saya rasa bertemu Saka di tahun ini membawa perbedaan. demikianlah saya merasa seseorang mengistimewakan hari ulang tahun saya. terima kasih ya!

Juli; bulan di mana saya menjumpai rapsodi. gelombang gembira masih meluap. warna yang seseorang torehkan pada lembar hidup membuat saya terkesima. saya melihat diri saya tumbuh ditemani Saka yang mengajari saya banyak hal. terutama sesuatu yang ingin saya coba lakukan di dapur sejak lama yaitu memasak. Saka lebih mahir dalam hal ini. kebersamaan yang kami jalin membuat sejenak saya lupa belum juga memperoleh pekerjaan. akhirnya, pikiran itu berhasil mengusik ketentraman saya. pada pertengahan bulan juli, saya mendapati diri berpikir keras. apakah hidup saya akan terus menerus seperti ini?  

Agustus; saya banyak berdiam diri. di sini agony mulai memunculkan diri. satu-persatu ekspektasi teringkari. penolakan lamaran kerja semakin membuat saya frustasi dan membenci diri sendiri. saya merasa gagal dan tidak pantas untuk siapapun. di sini saya menulis surat pendek untuk Saka;

Saka; saya tidak tahu apa yang kau lihat dari saya. selama ini, saya kesepian dan menyendiri. saya mengira bahwa jatuh cinta hanya menambah diri saya mati rasa. kau tahu? hari di mana terakhir kali saya akan bernegosiasi dengan perasaan? saya membunuh setiap perasaan suka yang mungkin tumbuh. saya menekan dan menahan diri sekuat tenaga agar tak lagi jatuh cinta pada siapapun setelah hari itu. Saka? saya rasa suatu hari kau juga akan tetap memilih pergi. dan pada akhirnya, kau akan membenci saya dengan segenap perasaan kalah. kau akan menganggap saya sebagai monster mengerikan tanpa belas kasihan. pada akhirnya, kau membenarkan bahwa perempuan berhati dingin seperti saya memang layak sendirian. saya tidak tahu apa yang lihat dari saya Saka? saya hanya seseorang yang selalu menutupi rapuh dan lemah. menyembunyikannya rapat-rapat sebagai bentuk pertahanan diri yang kuat. jangan memberi saya kesempatan terlalu banyak membuktikan kepadamu bahwa saya butuh tanganmu untuk merawat dan mengasihi saya. jangan membuang waktumu, menyembuhkan luka yang tak pernah saya tampakkan bentuk rupa warnanya itu. tapi Saka? apakah saya bisa selalu dalam dekapanmu? apa kau akan tinggal walau melihat saya membusuk bersama waktu? apa kau akan tinggal ketika melihat ketidaksempurnaan milik saya itu? kepada Saka; sebaiknya kau menjauh menyelamatkan dirimu

Bulan September; banyak cerita terukir di sini. saya dan Saka bergandengan tangan, berboncengan, bercerita larut malam. bercengkerama di jalan, bertukar gambar. juga mengunjungi toko buku bersama. menonton bioskop berdua dan juga mengambil potret bersama. sesekali, saya menangis haru. saya sedih sekaligus bahagia bahwa saya merasakan hal-hal indah bersama orang yang sepertinya sudah sangat lama saya tunggu. seseorang yang mengabulkan banyak keinginan dalam angan dan lamunan. namun; di penghujung september Saka pamit. ia harus pulang dan kami terpisah daratan. ini sangat berat. mengingat rasanya baru kemarin Saka di sini dan kemudian harus hilang kembali. dari sini saya belajar, bahwa menyayangi ataupun disayangi seseorang; kita tetaplah harus belajar melepaskan.

Oktober; saya memangkas pendek rambut. karena bulan ini saya kembali mengikuti interview di dua tempat yang berbeda. pada posisi pertama saya lolos interview namun masih terus menunggu kabar selanjutnya. pada posisi kedua, saya berhasil lolos interview dan mendapat panggilan mengikuti psikotes. banyak doa yang dilangitkan dan Oktober menjawabnya; saya diterima bekerja di salah satu perbankan. ketika tanda tangan kontrak dan pekerjaan dimulai; ketika itu saya mendapat kabar agar mengikuti interview tahap dua pada posisi pertama. saya kebingungan! di satu sisi saya menginginkan pekerjaan itu, sebab sesuai dengan bidang saya. tapi di sisi lain saya sudah terlanjur sepakat mulai bekerja pada posisi kedua. lagi-lagi di sini saya berusaha berbaik sangka pada Semesta bahwa; tidak semua yang saya inginkan menjadi milik saya saat itu juga. mungkin saja, pekerjaan pertama belum berjodoh dengan saya. di pertengahan bulan Oktober, saya merasa kehilangan Saka. kami semakin renggang dan menjauh. lalu akhirnya kami memutuskan untuk berjalan di jalan masing-masing. kadang, saya merasa lelah. menyangka perasaan ini akan tinggal dan menemani saya menua. namun nyatanya hanya singgah. menggerogoti hati yang telah lama mati. kontemplasi jarak dan waktu. benang merah dan renjana pilu, saya kubur dalam diam perasaan itu.

Di Bulan November; akhirnya saya mulai menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan lingkungan baru. saya berusaha menenggelamkan diri pada kesibukan. meski demikian;

Semesta, saya menyayanginya. tolong, jika ia bukan bagian dari hidup saya kelak; tolong bantu saya memaafkan, melupakan dan mengikhlaskan. walau bahagianya bersama orang lain. jika ia baik, tolong bukakan jalan untuk saling memperbaiki keretakan ini. saya terima ketidaksempurnaannya sebagai manusia. namun, jika kelak ia bukan bagian dari hidup tua dan panjang, tolong jangan biarkan ia kembali lewat celah manapun. sungguh! engkau maha tahu segala sesuatunya sedang saya tidak. pertemukanlah dengan orang setulus hati saling menjaga dan merawat, sementara kita saling melengkapi kekurangan lainnya. 

Desember; saya ingin menghargai hidup dengan menikmati momen bersama orang-orang yang saya sayang. saya menyingkirkan pemikiran yang menyesatkan supaya tenang dan berusaha sebaik mungkin memperbaiki pola tidur agar tidak keseringan begadang. saya membaca kembali buku-buku yang lama saya biarkan duduk sendirian. membereskan barang-barang yang tidak membawa kedamaian. saya sadar bahwa pekerjaan yang saya lakoni tidaklah membawa berkah karena saya sungguh tidak menyukainya. saya menghabiskan bulan november kemarin dengan penuh tekanan. tetapi Semesta memilah, Semesta menunjukkan mana sesungguhnya kawan saat buntu dan kesusahan. lalu akhirnya; saya memilih resign dan mencoba apply pada tempat lain. saya memilih mengalir; dan mengutamakan kesadaran bahwa kesehatan mental itu sangatlah penting. 

Tahun 2022 berlalu singkat dan penuh makna. tahun ini saya banyak belajar hal baik. saya mendapati arti pengampunan, keikhlasan, ketulusan. kelapangan menghadapi penolakan, perasaan cukup, dan ketenangan. juga cinta yang dalam dari seseorang yang berhasil membuat saya menyayanginya. tapi kemudian Semesta membuat saya berulang kali terluka supaya saya ringan melepasnya. wujud cinta terakhir saya adalah dengan mendoakannya. setelah kami usai di akhir tahun ini; saya tidak akan membiarkan diri saya dibalut dendam. meski caranya pergi agak menyebalkan, tetap saja semua sudah selesai masanya bukan? bagaimanapun terimakasih untuk semua pengalaman dan pembelajarannya.

Cukup-kan dengan menutup tahun ini. karena saya banyak menemukan namun banyak juga kehilangan. tahun 2022; Semesta baik. akan tapi saya lupa untuk sadar diri. karena itu saya ingin membuat salam perpisahan;

Kepada semua rasa yang pernah singgah 

"Saya akan melepasmu bersama perasaan yang pernah saya miliki untukmu. kau tentu saja harus memilih orang lain yang lebih segalanya dari saya. kepergian ini tidak akan menyisakan kemarahan atau kekecewaan untuk kesekian kali. entah kenapa rasanya sudah lebih lapang. Semesta membiarkanmu menyakiti saya berulang, sehingga di sini seperti hambar. terimakasih sudah membantu saya melupakan seseorang. meski pada akhirnya harus saya akui; bahwa melepasmu adalah chapter terakhir yang ingin saya sudahi. saya harap kau sehat dan bahagia, maaf banyak kurang selama mencintaimu. saya pamit dulu. selamat tinggal, jaga dirimu"

Begitu saya paham bahwa segala yang terjadi tidaklah kekal; maka saya membiarkan segalanya mengalir apa adanya. air mata maupun tawa bahagia semua akan bergantian menghampiri hidup. ketika merasa gembira itu tidak akan berlangsung selamanya, pun ketika berduka; itu hanya sementara. jadi, nikmati perlahan saja.

Tahun ini; sekali lagi saya beri ruang untuk menerima. karena hal-hal yang pernah saya maknai buruk dan sudah terlanjur bertandang ke kehidupan bukan untuk ditolak, dielak, atau disangkal. itu hanya membuat saya terjebak dengan terus berlari menjauhi segala bentuk rasa sakit tapi dengan luka yang masih basah di dalam. maka setelah menerima itu, saya akhirnya memilih untuk melepaskan; 

Melepaskan apa yang bukan milik saya. melepaskan apa yang Semesta hanya titipkan kepada saya. dan melepaskan apa yang sudah selesai masanya.

Dan ini catatan kecil untuk diri saya sebagai reminder;

Kepada Dinami. pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih karena merampungkan tulisan hingga penghujung desember. saya ingat, bagaimana kau berusaha konsisten untuk membuat satu tulisan setiap bulan. terima kasih sudah merawat rumah kecil kita ini. rumah yang membuat saya bisa mendengar kisahmu. melahirkan setiap karya yang akan kau kenang nantinya. kedua, terima kasih untuk semua ketulusanmu. dalam merawat luka yang masih basah sebelumnya. ketulusanmu mengampuni dan melepaskan yang selesai masanya. dan ketiga, terima kasih karena tidak berhenti mencoba. saya membaca kembali bagaimana kau pernah berada di titik terendah tapi akhirnya mencoba bangkit kembali. lebih lapang dan membiarkan semuanya mengalir. saya tahu kau seorang petarung, tapi tahun ini saya melihatmu lebih tenang dan tidak banyak memberontak. sepertinya, kau sudah mulai selaras mencintai takdir.

Nam. saya percaya kau akan menemukan milikmu tahun depan. kau tidak senang menggunakan penderitaan dan kesakitan orang lain demi kepentinganmu. meski pada akhirnya kau selalu mengalah dan terluka. bagimu itu tidak apa bukan? asalkan kau meraih makna ketulusan. saya benar-benar takjub dengan kepasrahanmu tahun ini. padahal, tahun-tahun sebelumnya kau banyak memaksa dan mengutuki orang yang menyakitimu. saya percaya, sikapmu yang membumi dan doamu yang melangit akan didengar oleh Semesta.

Saya ingin kau percaya Nam. semua ketabahanmu akan melahirkan kebaikan. tahun depan; Semesta akan memberi apa yang menjadi kepunyaanmu. yang akan berakhir hanya ketika usia sudah renta. Semesta akan menitipkan miliknya hanya jika kau tidak ingin melepasnya. Semesta akan memberimu sesuatu yang tidak selesai masanya kecuali sudah waktunya kau menutup mata. percayalah Nam. kau akan menemukan apa yang menjadi milikmu sejati. yang sudah kau tunggu selama ini. percayalah, penantianmu tiadalah sia-sia.

Seseorang yang tidak meminta banyak usaha darimu. ia akan mencintaimu apa adanya. ia akan mengasihimu tanpa kau minta. kau hanya duduk tenang dan merasakan ketulusan afeksinya. ia akan merawatmu, melindungimu, membimbingmu dan mencintai jiwamu. kalian berdua akan hidup sampai menua, karena kaulah yang dilihatnya ketika ia beranjak senja. ia akan bertanggung jawab penuh pada kehidupanmu dan memenuhi harimu dengan cinta kasih. ia hanya akan memilikimu sebagai perempuan satu-satunya yang dicintainya. ia menghormati prinsip dan valuemu sebagai manusia. ia tidak meninggalkanmu baik dalam susah maupun senangnya.

Saya percaya Nam. kau perlu menemui  beberapa kegagalan yang pada akhirnya mengalirkanmu pada aturan alam. pada titik kau memupuk kesabaran, Semesta sudah mempersiapkan yang menurutnya baik untukmu di masa depan.

Jadi. teruslah tumbuh dan mekar, sayang ~

Sekali lagi! menghadapi penghujung tahun; saya berterima kasih kepada Semesta. tahun ini terasa istimewa dengan membuka diri belajar hidup selaras dengan alam. saya tahu sudah menjadi seorang manusia dewasa. banyak harapan yang dilangitkan tapi tetap membumi sebisanya. 

Tertanda ; Manuskrip 2022

0 comments:

Post a Comment

My Instagram