Kau seperti bahasa yang harus kupahami. memaksaku terus beradaptasi karena kau tahu? aku tidak ingin melewatkan satu chapter-pun tentangmu. kau berhasil membuatku nyaman dengan keunikanku. merasakan perasaan aman dengan keanehanku. membuatku merasa baik-baik saja ketika memprioritaskan waktu untuk diriku. aku menjadi lebih lapang hidup dengan tenang di antara gelap dan terang. sekejap melihat orang membenciku dan aku merangkulnya, menyikapinya dengan penuh kebijaksanaan.
Kau membuatku terhubung. dan mengikatnya erat seperti sebuah isyarat kepemilikan.
Tapi laju hubungan ini seperti diam di tempat. di mana tujuan kita sebagai sepasang? apa kita akan tinggal di zona abu-abu? kau hanya menginginkan teman bermain bukan? tapi ingatlah aku bukan penolong, psikiater atau bengkel reparasi yang akan memperbaiki semua kerusakan. aku hanya percaya seseorang akan berubah atau menunjukkan orisinalitas ketika tujuan mereka sudah tercapai. lalu apakah ini sebuah kesia-siaan? aku lama menunggu, apakah hanya untuk memintamu memberiku jawaban?
Kita bukan anak kecil lagi bukan? hubungan ini bukan permainan. apa aku menyeretmu terlalu dalam? baiklah! aku tidak akan mengganggumu lagi. salahku terbawa pada perasaan kelabu. kau tidak ingin berjuang, tapi hakmu memilih yang jauh lebih sempurna. aku tidak sigap menunggu, tapi hak-ku menolak kembali kedatanganmu.
Apa mungkin ini cara Semesta mengujiku. apa aku masih sekeras dan semaskulin dulu? mungkinkah ini cara Semesta memberi pilihan padaku? apa aku akan menunggu atau memburu?
Sayang? aku akan duduk dan diam. tidak mau mengambil alih kendali sebuah kepastian.
Mungkin dulu aku akan beranjak berlalu ketika merasa tidak lagi diinginkan. pertanyaannya, apakah kali ini akan ku-ikuti permainan itu sampai akhir?
Sayang? berhenti-lah bercanda.
Dengar! akan kutanggali perasaanku terlebih dahulu. menelanjangi semua harap. menjalani kesia-siaan ini dengan penuh pasrah. aku serahkan pada Semesta. tapi saat kau tidak menginginkanku lagi, aku tidak akan marah.
Kita masing-masing sudah mempunyai sekotak kenangan yang mungkin akan tersimpan atau terbuang. namun setelahnya, aku akan melihatmu pergi dan hidup akan mengalir kembali.
Demikian aku menerjemahkan-mu bahasa kepastian ~
.jpg)
0 comments:
Post a Comment