Kenapa Biru?

Kenapa biru? karena pada biru aku bisa terbuka. aku bisa tahu bagaimana kerap menghukum diri sendiri. memaksakan agar sesuatu sempurna dan tanpa cedera sedikitpun. aku kepayahan memaafkan diri sendiri. dan ketika bertemu biru, sedikit banyak aku melihat cerminan diriku yang begitu banyak memikul derita. ekspektasiku yang tinggi tidak seimbang dengan upayaku mencintai diri sendiri. 

Aku tak sering sadar. sedari dulu aku begitu tegas dan keras mengatakan tidak cukup baik bagi orang lain. tetapi kau tahu biru? ia membisikkan kalimat bahwa aku tidak pernah mempunyai waktu merangkul semua lukaku. aku hanya membiarkannya dihinggapi trauma dan membusuk bersama waktu.

Kenapa biru? karena setiap kali aku mulai mengeluarkan suaraku, ia menjawab dengan lagu keceriaan. sehingga ketika tangisku pecah, orang-orang tak akan menyadarinya. biru sudah menggulungnya menjauh dari keramaian. 

Biru pernah mengatakan padaku agar mengunjunginya setiap waktu. tapi kau tau sendiri? jarak kita menghalangi. jadi kupesan pada biru; jika merinduiku, datang saja pada mimpiku. kita bisa bercanda dan berbagi tawa di sana. kita bisa mengiris duka dan mengusap air mata bersama.

Lalu kenapa biru? karena aku percaya, ia rumahku. ~

0 comments:

Post a Comment

My Instagram