Pelukan Rembulan

Malam itu ia menangis.

Perkara menerima ketidak-adilan entah ke berapa kali. hatinya teriris-iris, atas perlakuan manusia yang kehilangan nurani.

Dalam dekapan rembulan ia mengadu. agar semesta menghapus sedikit sendu. rintihnya terlalu perih menggema. jeritnya terlalu payah meronta.

Ia kelelahan dibantai luka.

Lakonnya selalu mundur dan mengalah. ditanyakannya mana miliknya ?

Rembulan diam saja. tapi kemudian berbisik bahwa; “Semesta sedang mengatur. lepaskan dulu sakitmu yang ini.”

Ia menolak. “masih basah dan berdarah” ujarnya sambil bergidik. rembulan tersenyum;

“Melangkahlah! rawat lukamu. jangan lagi mengharap orang lain menyembuhkannya sayang!”

“Ini perih, tapi kau harus tetap pulih”

0 comments:

Post a Comment

My Instagram