Berikut saya bagikan kumpulan quotes yang saya sukai dari buku the things you can see only when you slow down karya Haemin Sunim.
“Terlalu banyak pilihan membuat orang tidak bahagia.”
“Saya berharap orang-orang bisa melihat siapa saya sesungguhnya. di balik tubuh dan label yang melekat pada saya, ada sungai kelembutan dan kelemahan. di balik stereotip dan asumsi, ada lembah keterbukaan dan kebenaran. di balik ingatan dan ego, ada lautan kesadaran dan kasih sayang.”
“Cintailah diri kita yang tidak sempurna. apa kita tidak merasakan belas kasih pada diri sendiri yang berusaha mengarungi hidup? kita begitu semangat membantu kawan-kawan kita, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan buruk. usap dada kita sesekali dan katakan padanya, aku menyayangimu.”
“Dari waktu ke waktu hendaklah kita menarik napas dan merasakan keheningan di antara setiap tarikannya.”
“Di saat kita membantu orang lain, kita juga ikut disembuhkan.”
“Saat kita berusaha memahami sesuatu, cara paling efektif adalah membuang jauh-jauh prasangka dan mengamati dalam diam.”
“Saat orang-orang yang tidak kita kenal mengagumi diri kita, mereka sedang melihat proyeksi ilusi, bukan diri kita yang sejati. sebaliknya, ketika orang-orang yang mengenal kita dengan baik menghormati kita, itu mungkin karena kita memang pantas mendapatkannya.”
“Kerendahan hati merupakan tanda kekuatan dan kebijaksanaan diri.”
“Bagaimana kita bisa tahu apakah seseorang benar-benar tercerahkan? hujani dia dengan pujian dan kritikan. apabila dia memperlihatkan reaksi terhadap salah satunya, itu berarti dia telah melupakan pencerahannya.”
“Kita lebih dari sekadar perasaan atau cerita yang dibuat oleh pikiran. kita adalah ketenangan yang memahami perasaan itu akan muncul dan lenyap begitu saja.”
“Saat kita mengambil keputusan, cobalah untuk menilai berapa banyak orang yang akan merasakan manfaatnya. apabila keputusan itu hanya memuaskan ego kita dan malah menyakiti orang banyak, berarti itu keputusan yang salah.”
“Kritik tanpa solusi sesungguhnya hanyalah ego yang dibesar-besarkan.”
“Jika seseorang terlihat sempurna, itu karena kita tidak mengenal orang itu dengan baik.”
“Mudah sekali untuk merusak suatu hubungan karena kita kesal tidak memiliki cukup privasi dan kebebasan.”
“Harga diri yang terlalu tinggi bisa menjadi sumber konflik. harga dirilah yang mendorong kita untuk berdiri tegak dan ingin menang sendiri.”
“Ketika kita bertemu dengan seseorang yang kasar dan jahat, bayangkan betapa menderita dirinya sekarang. jika sudah kelewatan, dan kita tidak punya waktu, bisikkanlah ; semoga kau senantiasa diberkati. dan berjalanlah pergi.”
“Jika kita membantu seseorang agar mendapat balasan, kita tidak memberi melainkan meminjamkan. pemberian sejati dilakukan tanpa mengharap apa-apa. pemberian juga berarti kita melepaskan apa yang telah kita berikan.”
“Yang membuat kita benar-benar bahagia adalah beremu dengan seseorang yang menerima kita apa adanya.”
“Saat kita mencintai seseorang, kita akan merasa seperti anak kecil di dalam hati.”
“Terkadang, setelah suatu hubungan berakhir tanpa sadar kita berpikir; semoga dia bahagia. tanpa kepahitan. ini tanda kalau kita sudah beranjak.”
“Menuntutnya mengikuti cara tertentu bukanlah cinta, melainkan hasrat. jika hanya kita yang berusaha keras, biarkan saja dia pergi.”
“Jangan sebut itu cinta. yang kita rasakan hanyalah rasa kasmaran tanpa komitmen atau tanggung jawab.”
“Kenakan rasa percaya diri. itu busana yang paling baik.”
“Pengetahuan ingin berkata. kebijaksanaan ingin mendengar.”
“Besarkan hati saya agar mampu menerima hal-hal yang tidak bisa saya terima.”
“Hanya saat kita melambatkan diri, barulah kita bisa melihat dengan jelas hubungan, pikiran, dan rasa sakit kita. kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya saat kita melambatkan diri dan menyadari apa yang ada.”
***
.jpg)
0 comments:
Post a Comment