Bunga Lily mewakili bulan mei. bunga musim panas berwarna putih. tidak terasa, sudah genap satu tahun aku menghabiskan waktu bersama seseorang yang kukenal tahun lalu. meski jarak memisahkan, rasanya sangat cepat waktu melesat.
Aku ingin mengenang bagaimana kami tumbuh bersama. ia menuntunku menjadi diriku seutuhnya. kau mungkin bisa tidak percaya, tapi aku masih menyimpan pesan yang dikirimnya melalui whatsapp pada tanggal 2 mei tahun lalu menjadi awal kami saling bertukar pesan.
Bulan mei mencuri hatiku. demikianlah yang dapat kusimpulkan. apa aku menyerahkannya? awalnya tidak, lalu perlahan terpikat begitu saja. sedalam itu jika aku jatuh, maka sakitku tidak main-main ketika runtuh.
Baiklah, Mei akan selalu tentang Lily. aku baru menyadari bahwa bahasa kasihku lewat perlakuan dan sentuhan fisik. ia menerjemahkannya dengan sempurna. itulah kenapa aku merasa ia tepat memahamiku. aku suka kalimat manis, tapi aku lebih suka perlakuan yang hati-hati dan istimewa. aku suka ketika ia menyuarakan bahasa kasihnya lewat sentuhan dan kesediannya mengayomi. kau tahu? ia terlihat begitu menawan ketika memasak. ia mengajariku bagaimana campuran rempah dipadukan menjadi hidangan. tutur katanya lembut. dan ia sungguh tabah dengan amarahku. ia sabar ketika aku mendiamkannya. menunggu berhari-hari agar bisa berbicara denganku kembali.
Aku suka bagaimana kami terhubung baik secara fisik. namun, ia misterius untuk persoalan perasaan. ku-akui, caranya menyentuhku begitu halus dan sentimental. seperti ketika aku duduk di kursi dan ia meletakkan kepalanya di pahaku. mencari celah jemariku dan menautkannya dengan jemarinya. mengelus punggung tanganku sembari menciuminya. bagaimana aku tidak terkesiap? saat ia melingkarkan kedua tangannya pada pinggangku, mengusap halus rambutku kemudian mengecup pelan keningku. bagaimana aku bisa tidak terkejut saat bibirnya berpindah ke leherku dan mengecupnya dengan sangat amat lembut. bagaimana aku bisa tidak bergetar saat ia mendekatkan kepalanya menyentuh dadaku lalu memperkuat dekapannya melingkar di pinggangku. ia mengulanginya, beberapa kali dan beberapa hari.
Mungkin ini agak terlambat, tapi semua orang punya waktunya bukan? ia pria pertama yang menemaniku ke toko buku. kami mengambil gambar berdua dan saling tertawa. bagaimana aku bisa lupa? saat akan menyebrang jalan, ia menghalau kendaraan dari sisi berlawanan. ia membawakanku barang belanjaan dengan dalih bahwa biar pria saja yang membawa beban. ia merangkul pinggangku, hal seperti itu menunjukkan bahwa "kau milikku" bahkan di tengah keramaian. ini mendewasakan, mengingat aku belum pernah mengalami semua itu secara nyata. dia juga pria pertama yang menemaniku menonton bioskop. saat itu tayang one piece di bulan september. padahal ia pernah sesumbar, bahwa tidak tertarik dengan film layar lebar karena mengantuk. pada akhirnya, ia tetap menemaniku karena tak ingin aku pergi sendiri.
Dia tidak hadir di saat aku senang saja, contoh saja perkara aku sakit. ia membelikanku buah, camilan dan susu. dan kau tahu? ia bahkan memijat lenganku yang kaku. terkadang, aku menyuapinya dengan segudang kalimat manis. dan aku tahu, ia menelannya begitu saja. terkadang juga, ia menyerbuku dengan kalimat sayang dan mungkin ia tidak tahu, aku memikirkannya sangat dalam.
Bulan mei selalu tentang bunga lily. mulai kemarin, itu sudah terpatri kuat dalam sanubari. bulan mei akan selalu istimewa, bahkan jika suatu hari awan gelap menggelayuti.
Aku tahu kami sepasang ketidaksempurnaan. kadang gagal memahami, kadang satu mematahkan. kadang bergelut dengan keraguan, kadangpula mati rasa kedinginan. aku tahu punya ekspektasi, pun dengannya. tapi bukan berarti harus terwujud dalam bentuk pemaksaan. karena itu sama halnya memenangkan ego pribadi.
Tapi, pernahkah mendengar ungkapan kurang lebih seperti ini? jika dia tidak bisa mencintaimu dengan cara yang kau inginkan, maka terimalah cara dia mencintaimu. benar! ia dan aku punya cara kami masing-masing dalam mencintai. dan aku belajar menumbuhkan benih kebajikan yang berakar ketulusan.
Aku berharap kami bisa terus menyusuri bulan mei tahun-tahun ke depan. seperti makna keberadaan bunga lily yang melambangkan kesetiaan, aku berharap kami bisa menyaksikan bersama keindahan bunga lily mekar suatu hari nanti. ~
0 comments:
Post a Comment