Hasrat tidak bisa dipisahkan dari perwujudan sebuah hubungan. keadaan yang membuatku mengesampingkan logika dan lebih cenderung memusatkan perhatian pada afeksi yang aku rasa. ketertarikan akan kedalaman perasaan melalui percakapan maupun sentuhan fisik yang intens sebagai bentuk kasih sayang. benar, karena itu adalah caraku menerjemahkan dan memvisualisasikan bahasa cinta.
Aku kira hal itu akan cepat memudar. tapi ingatanku mengingat lebih lama. rasa kagum akan kelayakan mengayomi darinya membekas di hati. sudah kuperingati, banyak ekspektasi yang kubangun sendiri akhirnya menggeser kata ideal. mau tidak mau, suka tidak suka aku harus belajar memahami hakikat cinta yang saling menerima dan saling melengkapi. bukan keegoisan mutlak yang selalu ingin dipentingkan dan diperhatikan, tetapi belajar memberi usaha yang setimpal.
Asmara kerapkali membingungkan dan memabukkan. tapi, kepercayaan lebih bisa memberikan kepastian. bukankah itu seperti tindakan terjun bebas dari ketinggian? itu bunuh diri bukan? hubungan di awal seperti pertaruhan. kita kalah akan hengkang, jika menang menjadi tawanan. percikan hasrat ingin menyentuh, mirip percikan api yang menyala di dada. lambat laun membesar seiring lebih sering membuka kesempatan bergandengan tangan maupun berpelukan.
Ada harapan api itu perlahan melunak dan jinak menjadi cinta kasih yang utuh. bukan sekadar ingatan, bukan sekadar tuntutan, dan bukan sekadar keinginan atau kebutuhan. api itu tidak menguasai akal sehat karena harus berjalan beriringan dengan suara hati. tidak menjelma menjadi kegilaan yang sukar dihentikan. tidak memelihara kebosanan yang meruntuhkan ketulusan dan bukan kutukan yang mencerca di balik kegoyahan.
Waktu
mengejar segalanya menjadi terang. ketertarikan menuju keterikatan. jika
menyerah sudahilah, jika yakin maka majulah. saling mengait, menciptakan kita
yang bukan sekadar obsesi. mengisi takdir dalam segala fase, aku! menerima
apa adanya kamu, dan kau menerima banyak cacat dan kurangku. aku bersedia memaklumimu
dan kau bersedia memahamiku.
Karena jangan sampai ini hanya sekejap sensasi, gudang ilusi, wadah ekspektasi atau sekadar infatuasi. aku menganggapmu nyata, dan semoga hasrat menjadi kita adalah definisi cinta yang sesungguhnya.

0 comments:
Post a Comment