Seorang Ibu

Seorang Ibu bagai bulan purnama. kasihnya lembut dan paling setia menemani gulita.

Ada yang berkata kasih ibu sepanjang masa, memang benar adanya. kita sebagai anak hanya tau ketika ibu sudah menjelang senja, sedangkan tingginya yang dulu melampaui kita kini justru sebaliknya. aku berdoa, semoga semesta tetap menjaga ibuku dan melindunginya.

Semoga Ibu sehat selalu, begitu pintaku pada Semesta.

Tidak mengapa walau kami tidak kaya asalkan cukup dan syukur tumbuh bersama Ibu. bentuk terindah yang selalu ku tatap setiap hari adalah senyum ibu.

Ibu melahirkan dan merawat bunga indah yang dibayar dengan keringat dan air mata perjuangan. Ibu tidak pernah mengatakan bahwa aku harus menjadi seorang dosen, manager, dokter atau apapun dengan gelar yang umumnya membanggakannya. cukuplah aku sekolah sebaik-baiknya, lulus dengan gelar sarjana, dan bekerja tanpa meminta sepeserpun dari gajiku. Ibu tidak menuntutku agar lekas menikah, tapi dengan adanya seseorang yang menunggu dan bersabar dengan waktu yang kuminta, maka Ibu turut menjaga bagaimana hubungan yang pernah retak itu bisa diperbaiki dan dipertahankan selayaknya.

Seorang Ibu mencintai anak-anaknya dengan penuh kasih. hanya saja kadang sebagai anak tidak cukup waktu menemani keseharian Ibu yang melihat bagaimana mata ibu melihat kami. mungkin dalam hati berucap “ah.. bayiku sayang, kau sudah dewasa dan ibu semakin renta”. andai saja diucapkan seperti itu dan mendengarnya langsung dari mulut Ibu, mungkin aku akan menangis sejadinya.

Seorang ibu bak purnama; bentuk terindah dari pelukan Semesta kepada hambanya. satu-satunya bakti yang membuat seluruh keegoisanku sirna ~

0 comments:

Post a Comment

My Instagram