Injury

Sisihkan waktu sebentar berbicara kepada diri sendiri.

Sudah sejauh mana kita berjalan menyusuri takdir? kadang bertemu dengan ketidakpastian, kadang bersenggolan dengan konflik hubungan, kadang juga menyakinkan ragu yang kian menebal.

Cedera di masa lalu sudahlah terlewat. bagaimanapun ingin mengubah keadaan tetaplah tidak bisa dilukiskan begitu saja menjadi kenyataan. apa yang sudah selesai, maka takdirnya sudah selesai. begitu kira-kira jika ingin hidup tenang. tahun ini banyak gejolak. karenanya tumbuh menjadi sekuntum mawar yang masih berduri tidak menjadikan diri kita istimewa dan mahal. harus menjadi sosok yang mau membuka pikiran dan perasaan kepada yang menginginkan kesempatan, dan satu-satunya kesempatan yang kusenangi adalah ketika seseorang memilihku menjadi pasangan.

Aku tidak tahu pasti kapan luka itu berhenti berontak maupun memulai tangisan kembali. keseharianku sudah cukup sibuk dengan beraneka rupa tuntutan pekerjaan. tapi keputusan ini sudah menguasai delapan puluh persen dari total kehidupanku. itu artinya, dia sudah mengalahkan cederanya dan memilih memperbaiki diri.

Bukankah hidup begitu berat menjelang usia matang? mendampingi keterpurukan sama saja mengorbankan masa depan?  obat yang kini kutemui menjelma menjadi manusia. ku-bedah sedalam apa lukanya, ternyata lebih hebat dariku. tapi lihatlah ia setiap waktu? mengandalkan dirinya sendiri bahkan lebih banyak member dan mengasihi.

Sudahlah sayang, jangan terlalu larut pada masa lalu. nikmatilah waktu sekarang. toh, suatu saat hari ini juga akan dikenang bukan? buanglah sejauh mungkin prasangka konyol yang mengelabuhi pikiran. percayalah, Semesta tidak pernah sedetikpun melewatkan kecurangan maupun kebajikan.

0 comments:

Post a Comment

My Instagram