Mungkin
satu-satunya orang yang bisa memahami perasaan kita adalah orang yang juga
sedang atau pernah berada di posisi kita. sebab tak jarang kita menginginkan pengertian
namun justru yang terjadi malah kegaduhan. banyak yang kita lewati untuk tetap
bersama, masing-masing dari kami sudah berkorban.
Tidak
ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. aku yang kurang memahami bagaimana
caranya mencintaiku padahal dia sudah berkomitmen penuh pada hubungan ini. atau
dia yang kurang memahami bagaimana aku ingin dimengerti dengan cara yang yang
justru menyakitinya.
Darinya
aku merasakan apa itu definisi mesra. meski ketika di keramaian dirinya enggan
mengumbar cinta. senyumnya mengabdi ingin dikasihi. warna matanya hitam
memukau, seolah ingin mengikat jiwa yang bertaut ini.
Kami
bagaikan benang merah yang bagaimanapun berhasil menembus kabut takdir. sebuah perasaan
yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya menjadi takdir. dijemputnya aku di
ambang trauma, sejenak menenggelamkannya lalu membawanya ke permukaan bersih di
atas sana.
Jalan
kami menjadi mesra. ketakutan akan sentuhan pria itu sirna. ia membawaku
menjadi candu dalam gejolak api berirama. kekuatan kami adalah ketabahan. bahasa
kasih kami saling mengartikan kemesraan yang dalam.
Siapa
yang tidak bahagia dipeluk oleh yang tersayang? semoga tidak ada kepalsuan rasa
karena pernah berselisih sebelumnya. semoga semua prasangka curiga dan
semena-mena luruh terkubur pada keikhlasan bumi. semoga yang diangankan
tercapai di tahun berikutnya, antara kau dan aku menjadi kita.
Semoga mesra mendapatkan arahnya pulang ke dekapan yang sama, menciptakan tua yang dianugerahi kasih penuh cinta. Semoga, ya semoga ~

0 comments:
Post a Comment