Siapa
yang akan mengira bahwa aku akan bertemu denganmu di tempat yang tidak kuduga. siapa
yang akan menyangka bahwa kaulah orang yang berhasil meluruhkan hatiku yang
beku. siapa yang akan menduga bahwa kaulah sosok istimewa yang telah mengecup
bibirku untuk kali pertama. dan siapa yang tidak akan terkejut bahwa kau sebenarnya
orang yang kerap memeluk dan memainkan rambutku saat tiba waktunya berdua ?
Takdir
Semesta ibarat misteri. banyak pertanyaan menggantung yang tidak ditemukan
jawabannya pada nalar manusia. yang bahkan jika terjadi kebetulan maka semua
sudah berjalan selaras dengan hukum alam. belajarlah mempercayai takdir, dengan
begitu hidupmu akan mengalir.
Sebab ketika
kau memberontak; menanyakan pasang surut kebutuhan manusia. lalu murka karena
merasa tidak cukup kekuatan menghancurkan batu halangan maka artinya kau sedang
mengajak dirimu sendiri berperang melawan suara dalam diri. satu-satunya yang
bisa membuat tenang di tengah dunia yang bising ini adalah dengan berdamai
kepada diri sendiri.
Bagaimana dengan bersembunyi? tetap saja sayang,
kau tak bisa lari.
Andai
saja sayang, kau memilih berlari maka benang merah akan tetap mengejarmu. namun
bukankah hidup dengan berlari sangat menguras energy? kau melewatkan kesempatan
menikmati berkah hidup yang Semesta berikan. entah mengejar apa, entah lari
dari siapa? sungguh, kau akan letih dan tiba-tiba sudah menua.
Berhentilah di titik ini. kau mengikuti kehendak
alam.
Semesta
sudah mencatat skenario bagi pemerannya. tidak selamanya indah, pun
tidak selamanya rapuh. tapi percayalah, yang Semesta pilihkan adalah doa dan
harapan benang merah. tidak mungkin akan tertukar, tidak mungkin akan salah
tujuan.
Selaraskan tubuh, jiwa dan pikiran untuk menyambut takdir Semesta alam.
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment