Ada seseorang yang kusebut
namanya dalam doa. diam-diam ku-amin-kan agar suatu hari kita pulang ke rumah
yang sama. yang ku-mohonkan agar kami bisa berikrar di hadapan penghulu tahun
berikutnya. ada seseorang yang ingin kusegerakan waktunya bersama. seseorang
yang tulus dan menungguiku dari lama.
Namanya rahasia. tidak
masalah kecuali suatu hari kita sudah bersanding di pelaminan. dia sudah lama
memintaku menikah dengannya, tapi sungguh aku belum siap dan meminta waktu
hingga tahun berikutnya. aku ingin selesai dengan diriku terlebih dahulu,
menyiapkan mental dan menyembuhkan segala gundah yang melekat bersama trauma. aku tidak ingin merepotkan pasanganku ke depannya. jadi, ketika dia bersedia
menunggu ketika itu pula aku berusaha berdamai dengan keadaanku.
Segala sesuatunya telah
terjadi. orang ini mengerti dengan kondisiku. mau menerima segala cacat
lemahku. mau menerima baik-buruk keluargaku. bersedia berjuang untukku,
bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya. senantiasa mengingat
Tuhan-Nya. lalu apa lagi yang meragukanku?
Sudah sejak Mei 2022 kita
bersama. hubungan ini banyak pasang surutnya.
Tapi apa kau tau kenapa
kurahasiakan namanya ? sederhana. karena aku memanjat banyak semoga. agar
namanya terus menjadi rahasia. kau ingat kalimat ini? jangan menggantungkan harapanmu pada manusia? sebutlah begitu
banyak keinginan yang aku tambatkan padanya. hanya menunggu waktu namanya bukan
lagi rahasia.
Sebagaimana kita mendamba menjadi sepasang. bagiku, namanya adalah rahasia. sebagaimana namaku akan ia bawa. selama ketidakpastian mengiringi maka rahasia itu juga akan terus abadi.

0 comments:
Post a Comment