Langit April Bersemu

Spasi bersaksi
Ketika matahari mengintip lewat ventilasi
Angin bersenandung memecah sepi
Daun perlahan menggugurkan diri
Jatuh berhamburan melepas janji

Ketika jiwanya mencoba merangkul bumi
Di sana terdengar tangisnya pertama kali
Pecah bersama arus sungai dalam sanubari
Jemari mungilnya bergerak  menelisik setiap kasih
Wajah merahnya memagut rintih

Ia Bernapas
Ketika jantungnya perlahan berdetak sempurna
Kakinya kebas menendang udara
Ketika denyut nadinya mulai mengatur irama
Kulit lembutnya dibelai mesra oleh sang mama
Mengundang sukacita dan haru bahagia
Menawar duka dari juang panjang dalam kandungan
Ia tenang dalam dekapan orang tersayang

Semesta menyambutnya
Menjadi lakon utama pada jalan yang dipilihnya
Ia punya telinga mendengar cerita
Dalam pikirnya ada banyak tanya
Dalam benaknya ada banyak pinta dan asa
Ia sering meremuk dirinya karena rasa bersalah
Tapi pada akhirnya memilih terus tumbuh alih-alih patah

Di batas cakrawala
Ceritakan padaku masa kecilnya
Bagaimana perasaannya berhasil mengendarai sepeda kali pertama ?
Mengenakan seragam merah-putih dengan tas di punggungnya
Ekspresi ketika bernyanyi di depan teman kelasnya
Apakah ia sering mimisan ? bermain layangan ?
Balapan lari di lapangan?
Adu tamiya dengan kawan sepermainan ?
Jajan di pinggir jalan ? atau bawa kotak makanan ?
Apa ia anak pendiam yang menghabiskan waktu di depan kartun kesukaan ?

Ceritakan padaku masa remajanya
Pada kisah cinta pertamanya
Kenakalan khas di belasan usia
Adu jotos dengan kawan sebaya
Bandelnya di sekolah
Jarangnya pulang ke rumah
Berandalnya di jalanan
Diamnya melamun di pojokan
Umpatannya ketika dihadapkan kekesalan
atau tingkah absurdnya ketika sedang bosan

Ceritakan padaku masa dewasanya
Dari kegemarannya pada nikotin dan kafein
Kebiasaannya tidur di pagi hari
Kupinta sedikit rasa sakitnya
Aku penasaran bagaimana ia terus berpura sedang baik saja
Beritahu padaku kesedihan terdalamnya
Kisah di balik pengasingan dirinya
Kenapa setiap berbincang harus diikuti  tawa
Kita pernah makan siang bersama, apakah menatap kucing menjadi favoritnya?

Ada sedikit tahu
Kesukaannya jingga, bukan biru
Ah, sayang sekali ! bagiku ia sendiri adalah candu

Hei… langit April tengah bersemu !
Menampilkan semburat kuning-merah-orange atau ungu
Menyaksikan senyum dan rona di pipinya
Seakan tak jemu
Merindui obrolan kecil diantara debar dan malu
Entah ingin mengusir resah atau menepis ragu

Cahaya matanya berbinar, redup
Senyumnya menggulung tipis, sejuk
Suaranya meletup, sayup
Tawanya bergemuruh, hidup

Raut wajahnya bertanya-tanya, “ada apa?
Selamat hari istimewa, manusia keras kepala
Panjang umur, sehat selalu ya!
                                                                                               
Ternate / 25 April 2020

1 comments

My Instagram